URAIAN RINCI PROSES

  1. Umum
    1. Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) pada tahun 2015 menuntut seluruh tenaga kerja yang bekerja disektor industri untuk dapat bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain, oleh karena itu perlu sebuah instrumen yang menjamin bahwasanya keseluruhan tenaga kerja memiliki kompetensi sesuai dengan dunia industri.
    2. Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) merupakan badan yang ditugaskan untuk menjaga dan mengembangkan kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasinal Indonesia (SKKNI)
    3. Bukti bahwasanya seseorang sudah kompeten adalah adanya sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang merupakan perpanjangan tangan dari BNSP, setelah melalui proses verifikasi oleh BNSP sesuai dengan Peraturan BNSP 201 dan 208
    4. Secara umum LSP dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu LSP P1 yang dimiliki oleh sebuah lembaga pendidikan yang bertujuan menjaga kompetensi lulusannya dan pelatihan dan LSP P3 yang didirikan oleh Asosiasi Profesi tertentu untuk menjaga kompetensi pekerja pada bidang tertentu.
    5. Uji Kompetensi dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang merupakan tempat kerja atau lembaga yang dapat memberikan fasilitas pelaksanaan uji kompetensi yang telah diverifikasi oleh LSP-P1 ATIP Verifikasi TUK dilaksanakan berdasarkan pedoman BNSP 206 untuk menjamin bahwa TUK memenuhi seluruh persyaratan dan dapat beroperasi secara konsisten dan terpercaya.
    6. LSP-P1 ATIP merupakan lembaga serifikasi yang ditujukan untuk menjamin kompetensi mahasiswa dan lulusan Akademi Teknologi Industri Padang saja dan berguna sebagai promosi diri ketika memasuki dunia kerja.
    7. Sertifikat yang dikeluarkan oleh LSP-P1 ATIP berlaku secara nasional dan diakui secara sah oleh BNSP sesuai dengan Peraturan BNSP No 302.
    8. LSP P1 ATIP memberikan sertifikat kompetensi atas nama BNSP sesuai dengan prosedur yang telah disepakati yang meliputi tahapan pengajuan/permohonan sertifikasi oleh mahasiswa yang bersangkutan, proses sertifikasi, pengambilan keputusan oleh komite teknis dan penyerahan sertifikat.
      • Proses pengajuan sertifikasi kompetensi dilakukan oleh mahasiswa yang telah berada pada semester 5 dengan melengkapi syarat-syarat yang telah ditetapkan.
      • Proses sertifikasi dilakukan apabila permohonan telah disetujui.
      • Proses sertifikasi dilakukan oleh Asesor Kompetensi yang dilakukan di Tempat Uji Kompetensi yang ada pada masing-masing program studi di ATIP
      • Pengambilan keputusan dilakukan setelah dilakukan rapat pleno oleh komite teknis.
      • Sertifikat dapat diterbitkan apabila sudah ada rekomendasi dari bagian sertifikasi berdasarkan hasil rapat pleno yang disahkan oleh kepala LSP.
    9. Sertifikat yang diterbitkan berlaku selama 3 tahun dan wajib menjaga kompetensinya selama masa tersebut, LSP dapat mencabut sertifikat kompetensi apabila,
      • Terjadi pelanggaran dalam persyaratan sertifikasi
      • Penyalahgunaan sertifikat kompetensi

2. Hak dan Kewajiban Pemohon

Pemohon sertifikasi memiliki hak:

  1. Peserta mendapatkan tanda bukti permohonan untuk uji kompetensi sesuai dengan kompetensi yang diinginkan/didaftarkan.
  2. Mendapatkan nomor peserta tes uji kompetensi dari LSP
  3. Peserta yang lulus dalam asesmen kompetensi akan memperoleh sertifikat kompetensi pada bidang yang diajukan.
  4. Peserta yang tidak memenuhi kompetensi berhak mengulang proses asesmen sesuai dengan jadual yang ditetapkan LSP P1.
  5. Menggunakan sertifikat tersebut sebagai promosi diri sesuai dengan paket kompetensi yang diambil.

Pemohon sertifikasi memiliki kewajiban:

  1. Melaksanakan keprofesiannya dengan tetap menjaga kode etik profesi.
  2. Mempergunakan sertifikat kompetensi sesuai dengan tempatnya.

3. Prosedur

  1. Permohonan sertifikasi dimulai dengan mendaftar ke bagian administrasi LSP P1 ATIP di Lantai 3 Ruang Direktorat ATIP dengan melengkapi syarat sebagai berikut:
  • Telah lulus mata kuliah yang berkaitan dengan nilai minimal adalah C (dibuktikan dengan KHS/Transkrip Nilai Sementara), mata kuliah yang dimaksud adalah: Program Studi

 Program Studi

Skema

Mata Kuliah yang harus Lulus

Manajemen Industri

Operasionalisasi Pemula

Mata kuliah teori & praktek perencanaan pemasaran, komunikasi bisnis, teori dan praktek perencanaan penjualan

Teknik Kimia

Mengawasi Operasi  pada Area Peralatan Filter

Mahasiswa yang telah lulus mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Fisika Terapan, Pengantar Teknik Kimia dan mata kuliah Operasi Teknik Kimia I.

Sistem Produksi Industri

Merencanakan Operasional dan Proses Produksi

Mata kuliah Teori dan praktikum Statistika Industri, Hygiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja, Ergonomi, Analisis Perancangan Kerja, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Sistem Produksi serta  Tata Letak Pabrik dan Perpindahan Bahan.

Kimia Analisis

Analisis Kimia Bidang Volumetri

Teori dan praktek untuk mata kuliah Kimia Dasar, Pengetahuan Bahan Kimia dan Kimia Analitik

  • Mengisi formulir permohonan sertifikasi kompetensi FR-APL.01 (Download di Menu Formulir)
  • Mengisi formulir asesmen mandiri FR-APL.02 (Download di Menu Formulir)
  • Melengkapi bukti-bukti pendukung sesuai dengan skema dan standar kompetensi seperti sertifikat pelatihan yang berkaitan (jika ada)
  • Melampirkan foto berwarna 3 x 4 sebanyak 2 lembar.
  1. Bagian administrasi akan memverifikasi kelengkapan persyaratan yang diajukan oleh pemohon sertifikasi dan apabila sudah lengkap maka permohonan akan dilanjutkan ke Ketua LSP.
  2. Bagian sertifikasi akan memberikan penjelasan singkat mengenai pengisian formulir APL-01 dan APL-02 serta penjelasan singkat mengenai uji kompetensi.
  3. Ketua LSP akan menunjuk Tim Asesor yang akan ditugaskan untuk melakukan proses asesmen terhadap pemohon.
  4. Tim Asesor akan melakukan konsultasi pra-asesmen dan proses asesmen di TUK sesuai dengan unit kompetensi yang diajukan.
  5. Kepala LSP membentuk Tim Teknis.
  6. Hasil Asesmen akan dibawa ke dalam rapat pleno Komite Teknis yang dibentuk oleh Kepala LSP.
  7. Komite Teknis akan memutuskan kelayakan pemohon dalam bentuk rekomendasi pemberian sertifikat dan disampaikan ke bagian administrasi untuk dibuatkan sertifikat kompetensinya.
  8. Sertifikat diverifikasi dan ditandatangani oleh Manajer Sertifikasi.
  9. Sertifikat disahkan oleh Kepala LSP P1 ATIP (Kepala LSP mengesahkan sertifikat atas nama Kepala BNSP).
  10. Sertifikat yang telah disahkan akan diserahkan kepada pemohon dan diambil disekretariat LSP P1 di bagian administrasi dimana sebelumnya dijelaskan dulu tata tertib dan ketentuan penggunaan sertifikat.
  11. ALUR SERTIFIKASI (ASESSMENT). Secara lebih jelasnya dapat dilihat pada Diagram Alir.